To Be Loved to Be Seen Artinya Apa? Simak Artinya Di Sini!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

to be loved to be seen – Pernah nggak sih Anda pengen dimengerti… tanpa kudu capek menjelaskan semuanya? Kayak, cukup dilihat saja dan orang itu langsung mengerti isi kepala dan perasaanmu.

Aneh nggak sih, jika terkadang emosi ini muncul diam-diam? Bahkan saat Anda lagi ada di hubungan nan kelihatannya “baik-baik saja”, tapi tetap ada ruang kosong nan nggak terisi.

Belakangan ini, banyak remaja mulai relate dengan istilah “to be loved is to be seen”— apalagi sejak sering muncul di konten POV nan rasanya kok… tepat sasaran banget.

Kalau Anda lagi merasakan perihal nan sama, yuk kita telaah bareng-bareng sebenarnya apa sih makna dari emosi ini dan kenapa bisa sedekat itu dengan kehidupan kita sekarang.

Apa Itu To Be Loved Is To Be Seen?

To be loved, to be seen adalah sebuah buahpikiran nan berfaedah dicintai dengan langkah betul-betul dimengerti.

Artinya, seseorang tidak hanya dilihat dari luar, tetapi juga dipahami perasaannya, pikirannya, dan kepribadiannya.

Konsep ini menekankan bahwa cinta nan sejati adalah saat seseorang betul-betul “melihat” siapa Anda sebenarnya.

Kenapa Anak Remaja Ingin Merasakan To Be Loved to Be Seen?

Ada beberapa argumen kenapa anak remaja mau mempunyai perasaan to be loved to be seen, seperti:

  • Memiliki Perasaan Ingin Dipahami: Remaja biasanya mau dimengerti tanpa kudu menjelaskan sesuatu secara panjang lebar. Kalau tidak, mereka bisa merasa kesenyapan meski sedang berbareng banyak orang.
  • Sering Merasa Tidak Didengar alias Dianggap: Banyak remaja nan merasa pendapatnya tidak dianggap serius oleh orang lain. Maka dari itu, mereka mencari seseorang nan betul-betul mau mendengarkan.
  • Mencari Seseorang nan Benar-Benar Mengerti: Remaja biasanya mulai senang membangun hubungan nan lebih dekat dengan orang lain. Mereka mau menemukan seseorang nan bisa mengerti emosi mereka.
  • Sedang Mencari Jati Diri: Di masa ini, remaja biasanya sedang mengenal diri sendiri lebih dalam. Maka dari itu, mereka juga butuh orang lain nan bisa membantu mengerti dirinya.
  • Ingin Merasa Diterima Apa Adanya: Remaja mau diterima apa adanya tanpa kudu berpura-pura menjadi orang lain. Perasaan ini sangat sah dan relevan dengan konsep to be loved, to be seen.

Tanda-tanda Kamu Sudah Merasakan To Be Loved to Be Seen

Ada beberapa tanda nan bisa dirasakan ketika Anda betul-betul dipahami oleh seseorang, seperti didengarkan tanpa diabaikan, dipahami tanpa banyak penjelasan, diterima apa adanya, emosimu divalidasi, dan ada kehadiran nan betul-betul terasa.

1. Didengarkan Tanpa Diabaikan

Kamu merasa setiap kata-katamu didengarkan dengan sungguh-sungguh. Orang itu tidak memotong pembicaraan alias menganggap remeh perasaanmu sehingga Anda merasa dihargai sepenuhnya.

2. Dipahami Tanpa Banyak Penjelasan

Ada seseorang nan bisa mengerti perasaanmu tanpa perlu penjelasan panjang. Ini disebabkan lantaran mereka peka terhadap perubahan emosi nan Anda rasakan.

3. Diterima Apa Adanya

Tanda selanjutnya, Anda tidak perlu berpura-pura jadi orang lain saat berbareng mereka. Mereka menerima semua kekurangan dan kelebihanmu dengan baik sehingga Anda bakal selalu nyaman saat berinteraksi dengan mereka. 

4. Emosimu Divalidasi

Perasaanmu bakal dianggap krusial dan tidak diremehkan. Mereka tidak langsung menghakimi alias menyalahkan. Sebaliknya, mereka berupaya mengerti situasimu.

5. Ada Kehadiran nan Benar-Benar Terasa

Kehadiran mereka bukan hanya secara fisik, tapi juga secara perasaan. Mereka betul-betul ada saat Anda butuh sehingga hubungan kalian menjadi lebih berarti.

Contoh To Be Loved to Be Seen dalam Kehidupan Remaja

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini sebenarnya sering terjadi tanpa disadari. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Saat Teman Mengerti Kondisimu

Teman nan baik bakal mengerti saat Anda sedang tidak baik. Mereka tidak memaksamu untuk selalu terlihat bahagia. Bahkan, kehadiran mereka membuatmu merasa tidak sendirian.

2. Saat Pasangan Menghargai Perasaanmu

Pasangan nan baik tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka juga memperhatikan perasaanmu dalam setiap keadaan. Ini membikin hubungan kalian menjadi lebih sehat.

3. Saat Keluarga Mulai Mendengarkanmu

Keluarga nan mau mendengarkan bakal membuatmu merasa dihargai. Mereka bakal menganggap krusial pendapatmu saat membikin keputusan sehingga Anda lebih percaya diri.

Kenapa Tidak Semua Orang Mengalami To Be Loved to Be Seen?

Sayangnya, tidak semua orang bisa merasakan perihal ini lantaran beragam argumen nan memengaruhi hubungannya dengan orang lain.

1. Lingkungan nan Kurang Suportif

Lingkungan nan tidak terbuka membikin seseorang susah mengungkapkan diri. Akibatnya, mereka merasa tidak dimengerti dengan baik.

2. Kurangnya Komunikasi nan Jujur

Komunikasi nan tidak terbuka membikin mereka susah menyampaikan perasaannya dengan jujur. Ini bisa menyebabkan salah paham.

3. Takut Terbuka dengan Orang Lain

Terkadang, beberapa orang takut menunjukkan sisi aslinya. Ini membikin hubunganya dengan orang lain menjadi kurang dekat.

4. Terlalu Sering Dipendam Sendiri

Kebiasaan menyimpan emosi membikin orang lain susah mengerti kondisi kita. Akibatnya, hubungannya dengan orang lain terasa kurang dekat.

5. Ekspektasi nan Tidak Realistis

Harapan nan terlalu tinggi bisa membikin seseorang mudah kecewa. Padahal, tidak semua orang bisa langsung mengerti kita.

Cara Menerapkan To Be Loved to Be Seen ke Orang Tersayang

Jika Anda sudah merasakan konsep ini, saatnya Anda perlu menerapkannya kepada orang lain. Mari ikuti langkah-langkah berikut ya:

1. Belajar Mendengarkan dengan Tulus

Saat mendengarkan orang, Anda perlu betul-betul mengerti mereka. Untuk itu, fokuslah pada apa nan mereka rasakan agar mereka merasa dihargai dan lebih nyaman untuk terbuka padamu.

2. Lebih Peka terhadap Perasaan Orang Lain

Perhatikan perubahan emosi orang di sekitarmu. Hal mini seperti ekspresi wajahnya bisa menandakan apa nan mereka alami alias rasakan. Dengan kepekaan ini, Anda bisa lebih berempati dan memahami situasi dengan tepat.

3. Tidak Menghakimi dengan Cepat

Jangan menilai seseorang sebelum Anda betul-betul mengerti situasinya. Pahami latar belakang dan argumen kenapa mereka bertindak seperti itu untuk meminimalisir bentrok dalam berasosiasi dengan mereka.

4. Memberi Validasi Emosi

Terimalah emosi orang lain tanpa meremehkan alias langsung memberi solusi nan mungkin tidak mereka butuhkan.

Dengan mendengar alias memahaminya tanpa sifat menghakimi–mereka bakal merasa diterima apa adanya.

5. Hadir Secara Utuh dalam Interaksi

Perhatikan orang lain sepenuhnya ketika berbareng mereka, tanpa adanya gangguan dari gadget alias pikiran sendiri. Dengan ikut aktif dalam percakapan, mereka bakal merasa hubungan denganmu lebih berarti.

To Be Loved to Be Seen: Lebih dari Sekadar Dicintai

Pada akhirnya, to be loved, to be seen bukan hanya tentang dicintai, tetapi tentang betul-betul dipahami dan diterima.

Perasaan ini sangat penting, terutama bagi Anda nan sedang mencari jati diri dan hubungan nan sehat. Dengan memahami konsep ini, Anda bisa membangun hubungan nan lebih tulus dan bermakna.

Mulai sekarang, cobalah untuk tidak hanya merasa mau dipahami, tetapi juga belajar memahami orang lain!

Rekomendasi Buku tentang Healthy Relationship

1. Communication in Relationship

Communication in Relationship

button cek gramedia com

Komunikasi merupakan perihal nan paling krusial dalam kerja, pertemanan, Kor keluarga, maupun hubungan percintaan. Komunikasi jadi modal utama agar hubungan Anda dan pasangan bisa langgeng. 

Komunikasi itu bertumbuh. Jika pada awalnya komunikasimu dengan pasangan kurang baik, Anda bisa terus-menerus memperbaikinya. Tak masalah jika sekarang Anda merasa komunikasi nan terjalin dengannya belum baik. Karena itu bukan berfaedah hubungan nan Anda tetap jalani dengan pasangan semakin jatuh. Selama Anda berupaya memperbaiki komunikasi dengannya, hubungan kalian tetap bakal lanjut dan menjadi lebih baik.

2. Good Habits for Healthy Relationship

Good Habits for Healthy Relationship

button cek gramedia com

Siapa pun pasti mengharapkan hubungan nan sehat dalam hidupnya, baik dengan pasangan, teman, rekan kerja, keluarga, hingga diri sendiri. Ternyata, mempunyai hubungan sehat dengan siapa pun perlu diusahakan, lho! Bahkan, setelah kita berada dalam hubungan tersebut, hubungan nan sehat juga perlu dirawat, ialah dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik.

Apa saja kebiasaan baik nan bisa kita lakukan dalam hubungan? Nah, kitab ini bakal membantu kita merawat hubungan nan kita miliki. Di dalam kitab ini, memuat sejumlah pengalaman dan kebiasaan-kebiasaan baik nan bisa kita lakukan untuk membangun maupun mempertahankan hubungan. Buku ini juga membuka wawasan kita tentang hubungan nan sebaiknya diusahakan berbareng dan langkah melakukannya.

3. Healthy Relationship

Healthy Relationship

button cek gramedia com

Healthy Relationship (hubungan nan sehat) sebenarnya bukan istilah asing dalam kehidupan. Sayangnya rumor tentang healthy relationship belakangan ini banyak dipertanyakan, lantaran nyatanya membangun hubungan baik memang tidak semudah itu. Bahkan, untuk membangun hubungan baik dengan diri sendiri saja tidak mudah, apalagi dengan orang lain. Namun, mewujudkan hubungan nan baik itu juga bukan sesuatu nan mustahil. Dari mana Anda bakal memulainya? Tentu dari dirimu sendiri dan dari kitab ini.

Buku ini bakal membantumu membangun hubungan nan sehat, baik, dengan diri sendiri alias dengan orang-orang di sekitarmu. Kamu bakal belajar langkah menghadapi orang lain, membangun hubungan nan baik dengan pikiran dan jiwamu,serta membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarmu.

4. Pacar Milenial Gen-Z?: Bikin Hubungan jadi Sehat

Pacar Milenial Gen-Z?: Bikin Hubungan jadi Sehat

Remaja milenial dan Generasi Z (Gen-Z) mempunyai langkah dan gayanya sendiri dalam berpacaran. Tumbuh dan berkembang di bumi digital membikin mereka mudah dan sigap berkomunikasi. 

Mereka dapat terhubung kapan saja, di mana saja, dan dengan aplikasi apa saja. Namun, hubungan itu terkesan penampilan luaran saja dan kurang mengalami kontak individual secara face to face. Buku ini menyajikan hal-hal nan menyangkut relasi bercintaan dan hubungan nan lebih berkomitmen. 

Bagaimana sebaiknya membangun komunikasi nan sehat dan baik dengan pasangan alias pacar? Bagaimana pasangan dapat saling mengenal satu sama lain dan memperkuat ikatan relasi lebih mendalam? Buku ini dapat dibaca oleh kaum muda milenial dan Gen-Z, orang tua, orang dewasa seperti para pendidik, konselor, pembimbing rohani, dan siapa saja nan hendak memahami pacaran dan ikatan relasi nan sehat.

5. Men Are from Mars, Women Are from Venus

Men Are from Mars, Women Are from Venus

button cek gramedia com

Buku Men are from Mars, Women are from Venus ditulis oleh John Gray dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama nan membahas seputar petunjuk klasik untuk memahami hubungan laki-laki dan wanita. Dr. John Gray menjelaskan argumen munculnya perbedaan antara kedua jenis kelamin itu nan mengganggu terciptanya hubungan cinta nan saling melengkapi. Berdasarkan keberhasilannya memberi pengarahan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, dia memberi nasihat mengenai langkah mengatasi perbedaan dalam style berkomunikasi, kebutuhan emosional, dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman nan lebih besar antara masing-masing pasangan. Buku ini menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan hubungan nan lebih mendalam dan lebih memuaskan.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia