Tokyo dan Manila Perkuat Kerja sama Intelijen

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Tokyo dan Manila Perkuat Kerja sama Intelijen Perdana Menteri Jepang(dok.Nippon)

PEMERINTAH Jepang dan Filipina diperkirakan bakal mengumumkan niat mereka untuk memulai negosiasi umum guna menyepakati pakta berbagi intelijen keamanan, sebagai langkah terbaru untuk memperkuat kerja sama di tengah kekhawatiran berbareng terhadap aktivitas militer Tiongkok.

Dalam pertemuan di Tokyo, Kamis (28/5), Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga dijadwalkan menyepakati peningkatan hubungan bilateral menjadi "kemitraan strategis komprehensif", demikian menurut sejumlah sumber pemerintah Jepang.

Kemitraan tersebut dianggap sebagai tingkat hubungan bilateral tertinggi kedua setelah aliansi. Jepang sebelumnya telah menjalin kemitraan serupa dengan beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Vietnam, dan Laos.

Takaichi dan Marcos dijadwalkan menggelar konvensi pers berbareng setelah pertemuan itu serta menyampaikan pernyataan bersama, kata sumber tersebut.

Jepang dan Filipina, nan sama-sama sekutu dekat Amerika Serikat, dalam beberapa tahun terakhir terus meningkatkan kerjasama keamanan, seiring semakin menguatnya visi Indo-Pasifik bebas dan terbuka, nan didorong Tokyo di tengah meningkatnya ketegasan maritim Tiongkok di kawasan.

Beijing mengeklaim Kepulauan Senkaku nan dikuasai Tokyo di Laut China Timur, sekaligus mengeklaim nyaris seluruh wilayah Laut China Selatan, tempat kapal penjaga pantai Tiongkok disebut melakukan tindakan garang terhadap kapal Filipina di dekat wilayah sengketa.

Pakta intelijen nan direncanakan Jepang dan Filipina dikenal sebagai General Security of Military Information Agreement (GSOMIA), nan mewajibkan kedua negara melindungi rahasia militer nan dibagikan agar tidak bocor. Jepang telah mempunyai perjanjian bilateral serupa dengan Australia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Sebelumnya pada Januari lalu, Tokyo dan Manila menandatangani pakta acquisition and cross-servicing untuk mempermudah pembagian pasokan pertahanan.

Selain itu, reciprocal access agreement nan memungkinkan pengerahan pasukan lebih sigap untuk latihan berbareng dan operasi support musibah mulai bertindak sejak September tahun lalu.

Filipina juga menjadi negara penerima program support keamanan resmi Jepang nan menyediakan peralatan pertahanan bagi negara-negara mitra sehaluan sejak diluncurkan pada tahun fiskal 2023.

Kedua negara, nan sama-sama sangat berjuntai pada impor minyak dari Timur Tengah, juga menghadapi tantangan serupa dalam menjaga pasokan daya di tengah gangguan dunia sejak bentrok AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari.

Kunjungan Marcos ke Jepang selama empat hari hingga Jumat (29/5) sebagai tamu kenegaraan berjalan di saat Tokyo dan Manila memperingati 70 tahun normalisasi hubungan diplomatik tahun ini.

Menjelang pertemuan puncak dengan Takaichi, Marcos menyampaikan pidato di hadapan parlemen Jepang dan mengatakan kedua negara "tetap teguh dalam komitmen untuk menegakkan norma internasional" di area Indo-Pasifik nan semakin kompleks, di mana ketegangan menguji ketahanan tatanan berbasis aturan.

"Mari kita berupaya menjadi contoh kerjasama strategis nan menginspirasi jalan menuju perdamaian, berbagi kesempatan demi kemakmuran bersama, dan memanfaatkan beragam kemungkinan baru nan memberikan faedah bagi negara, rakyat, dan area Indo-Pasifik secara lebih luas," katanya. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia