Total 4 Jurnalis RI dalam Pelayaran Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Israel

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya empat wartawan asal Indonesia turut dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ke Gaza, Palestina nan diadang militer Israel (IDF).

Para wartawan itu adalah dua wartawan Republika Bambang Noroyono namalain Abeng dan Thoudy Badai. Kemudian jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, dan wartawan lain dari GPCI yakni Rahendro Herubowo.

Mengutip dari akun Instagram GPCI total ada 9 WN--termasuk para wartawan itu--dalam misi GPCI yang terlibat pelayaran kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan WNI itu adalah: Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo.

Mengutip dari akun selebritas Chiki Fawzi yang juga terlibat dalam pelayaran Global Sumud Flotilla tahun lampau menulis posisi masing-masing dari sembilan WNI itu. 

"Thoudy Badai (Jurnalis), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre PRasetyo (Jurnalis), Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan), As'ad Aras (Aktivis Kemanusiaan), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis), dan Bambang Nuryono (Jurnalis)," demikian poster yang dikutip dari akun Instagram Chiki dan diunggah ulang akun GPCI.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin mengonfirmasi dua jurnalisnya berada dalam misi tersebut. Keduanya, kata Andi, untuk melakukan tugas jurnalistik meliput aktivitas pelayaran kemanusiaan tersebut.

"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, support logistik, dan bunyi nurani bumi untuk penduduk sipil Palestina nan selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," demikian pernyataan resmi Andi Muhyiddin yang diterima Senin (18/5) petang.

"Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua wartawan Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai nan menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," sambungnya.

Andi menegaskan pihaknya mengecam keras tindakan intersepsi nan dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap norma internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil penduduk bumi nan membawa support bagi rakyat Palestina di Gaza," katanya.

9 WNI termasuk wartawan Republika Bambang Noroyono nan menyertai kapal Boralize tergabung dalam armada Global Sumud juga diculik tentara Israel di perairan Siprus, Senin (18/5).Salah satu kapal nan tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan ke Gaza, Palestina, 2026. (globalsumudflotilla.or)

Mengutip dari akun media sosial Republika, media itu merilis video dari Abeng usai penangkapan. pengiriman video SOS oleh peserta GSF adalah tanda bahwa nan berkepentingan telah diintersepsi kapalnya oleh tentara IDF dan ditangkap.

Dalam Video itu, Abeng menyatakan, "Jika Anda menemukan video ini minta disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel saya minta agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara kolonialisme Zionis Israel."

Sebelumnya diberitakan, Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut. Dalam pernyataan nan diunggah di media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama pada siang hari.

"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong," demikian pernyataan Global Sumud Flotilla.

Hingga buletin ini ditulis, CNNIndonesia.com tetap mencoba mencari pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia, terutama Kemenlu RI.

[Gambas:Instagram]

Selain sembilan WNI--termasuk dua jurnalis--setidaknya ada 100 aktivis kemanusiaan dari seluruh bumi nan ditangkap Israel lantaran ikut misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ke Gaza.

Media Israel melaporkan para aktivis nan ditangkap bakal dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel, setelah operasi selesai dilakukan. Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal dalam armada untuk mematikan mesin.

Menurut laporan, armada support itu dicegat di lepas pantai Siprus.

Banner Microsite Haji 2026

Armada Global Sumud terdiri dari 54 kapal nan berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Türkiye pada Kamis lampau dalam upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza.

Blokade Israel terhadap Jalur Gaza telah diberlakukan sejak musim panas 2007 dan hingga sekarang tetap menjadi sorotan internasional di tengah bentrok berkepanjangan di wilayah tersebut.

Seorang aktivis nan berada di atas kapal mengatakan kepada koresponden bahwa armada tersebut tetap berkeinginan melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.

(kid/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional