Tren Whip Pink Ancam Keselamatan, Edukasi dan Pengawasan Harus Diperketat

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Tren Whip Pink Ancam Keselamatan, Edukasi dan Pengawasan Harus Diperketat

Tren Whip Pink Ancam Keselamatan, Edukasi dan Pengawasan Harus Diperketat (Okezone)

JAKARTA - Maraknya tren menghirup whip pink yang viral di media sosial (medsos) kudu menjadi perhatian serius lantaran menakut-nakuti kesehatan dan keselamatan publik. Fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai sekadar style hidup alias intermezo sesaat.

“Kami mengapresiasi langkah BPOM dan BNN nan telah memberikan peringatan kepada masyarakat. Menghirup gas nitrous oxide berfaedah mengurangi asupan oksigen ke tubuh dan itu dapat berakibat serius, apalagi fatal,” ujar Sri Gusni Febriasari, Sekjen Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia sekaligus Founder Komunitas Sobat Sehat, Jumat (30/1/2026).

Whip Pink merupakan tabung gas berisi nitrous oxide (N₂O) nan secara legal digunakan dalam industri kuliner, terutama untuk pembuatan whipped cream. Namun dalam praktiknya, gas tersebut disalahgunakan dengan langkah dihirup untuk menimbulkan sensasi rileks dan euforia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengeluarkan peringatan bahwa penyalahgunaan nitrous oxide dapat menimbulkan akibat kesehatan serius. Efeknya mulai dari gangguan pernapasan, penurunan kadar oksigen dalam darah (hipoksia), gangguan sistem saraf hingga potensi kematian. Penggunaan berulang juga dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12 nan berisiko menimbulkan kerusakan saraf jangka panjang.

Peringatan serupa disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Penggunaan nitrous oxide sebagai inhalan berpotensi menimbulkan ketergantungan psikologis serta membahayakan keselamatan pengguna, terlebih jika dilakukan tanpa pengawasan medis. 

“Efek euforia nan singkat sering menutupi ancaman jangka panjang. Banyak anak muda tidak menyadari bahwa apa nan dianggap kondusif justru dapat merusak saraf, mengganggu kegunaan otak dan menakut-nakuti nyawa. Ini menjadi sirine bagi kita semua,” tegas Sri Gusni nan juga merupakan Ketua Unit Pelayanan Masyarakat Partai Perindo.

Dia mengatakan, akses nan relatif mudah melalui penjualan daring dan minimnya pemahaman akibat membikin penyalahgunaan Whip Pink semakin mengkhawatirkan.

"Normalisasi perilaku berisiko melalui media sosial mencerminkan tetap lemahnya literasi kesehatan di masyarakat," tambah wanita berhijab ini.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com