Niko Prayoga
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |09:03 WIB

Tren Whip Pink, Waspada Hipoksia Setara Anastesi Medis
JAKARTA - Whip Pink sekarang menjadi sebuah peralatan nan tengah menjadi sorotan banyak pihak. Barang berupa tabung berisi kandungan NO2 ini malah disalahgunakan untuk kesenangan (dopamine) sesaat dengan langkah dihirup.
Namun, di kembali tren tersebut, rupanya ada ancaman nan mengincar paru-paru seseorang nan menyalahgunakan Whipe Pink. dr. Samuel Sunarso, master ahli paru menegaskan bahwa gas ini sebetulnya adalah unsur anestesi medis nan sekarang sudah mulai jarang digunakan lantaran tergolong metode lama.
"Secara medis, gas N2O itu kan memang untuk anestesi. Tapi terus terang sekarang ini sudah mulai agak jarang juga dipakai. Biasanya digunakan master gigi alias master anestesi untuk operasi," kata dr. Samuel dalam podcast Deny Sumargo, dikutip Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, menghirup N2O alias kandungan dalam Whip Pink secara langsung tanpa pengawasan medis bisa mengakibatkan minimnya oksigen pada aliran darah hingga menyebabkan hipoksia. Hal itu dikarenakan kandungan NO2 dari whip pink nan mendominasi dan menggeser posisi oksigen.
"Penyerapan nitrogen itu lebih sigap dibanding oksigen lantaran tekanan parsialnya lebih tinggi. Begitu terhirup, dari paru-paru langsung masuk ke darah. Kalau nggak barengan (dengan oksigen), pasiennya bisa jatuh dalam kondisi hipoksia alias kadar oksigen berkurang," jelas dia.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·