Trump Boyong 17 Bos Korporasi Raksasa AS dalam Kunjungan Krusial ke Beijing

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Trump Boyong 17 Bos Korporasi Raksasa AS dalam Kunjungan Krusial ke Beijing Presiden AS Donald Trump membawa 17 bos raksasa teknologi dan finansial (Apple, Tesla, BlackRock) dalam kunjungan krusial ke Beijing. (AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, dipastikan bakal membawa delegasi elite nan terdiri dari para pemimpin industri teknologi dan upaya papan atas dalam kunjungannya ke Tiongkok pekan ini. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tensi ekonomi dan teknologi antara kedua negara adikuasa tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada BBC, sebanyak 17 pelaksana senior AS bakal mendampingi Trump. Nama-nama besar seperti Tim Cook (Apple), Elon Musk (Tesla & SpaceX), hingga Larry Fink (BlackRock) masuk dalam daftar delegasi resmi ini.

Daftar Elite Delegasi Bisnis AS

Selain tokoh-tokoh di atas, delegasi ini mencakup spektrum upaya nan luas, mulai dari sektor keuangan, kedirgantaraan, hingga bioteknologi. Beberapa nama krusial lainnya meliputi:

  • Dina Powell McCormick (Meta)
  • Kelly Ortberg (Boeing)
  • Jane Fraser (Citi)
  • David Solomon (Goldman Sachs)
  • Stephen Schwarzman (Blackstone)

Sementara itu, CEO Cisco Chuck Robbins dilaporkan batal berasosiasi lantaran agenda pelaporan untung perusahaan. Kehadiran para bos korporasi ini mencerminkan kepentingan besar AS di pasar Tiongkok, mencakup perangkat keras konsumen, media sosial, hingga manufaktur komersial.

Juru bicara Illumina, perusahaan bioteknologi asal California, menyatakan CEO mereka, Jacob Thaysen, merasa terhormat menjadi bagian dari delegasi tersebut. "Kami berambisi perjalanan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dan membentuk masa depan pengobatan presisi," ungkapnya.

Ujian Gencatan Senjata Dagang

Kunjungan ini menjadi ujian krusial bagi gencatan senjata jual beli nan rentan antara Washington dan Beijing. Sebelumnya, kedua negara terlibat dalam perang tarif nan sempat menyentuh nomor 100%. Perselisihan ini baru mereda pada Oktober 2025 setelah pertemuan Trump dan Xi Jinping di Korea Selatan.

Selain urusan dagang, bayang-bayang perang antara AS-Israel dengan Iran turut menjadi agenda utama nan mendesak. Konflik di Timur Tengah ini apalagi sempat menunda agenda pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Misi Diplomasi Energi dan Perang Iran

Trump diprediksi bakal menekan Tiongkok untuk membantu memfasilitasi kesepakatan antara Tehran dan Washington guna mengakhiri perang. Sebagai negara nan mengandalkan minyak murah dari Iran, Tiongkok mempunyai kepentingan besar agar bentrok segera usai.

Meski Tiongkok sejauh ini bisa memperkuat dari akibat perang berkah persediaan minyak nan melimpah, gangguan pasokan daya telah memukul daya beli global, nan pada akhirnya berakibat jelek bagi ekspor barang-barang Tiongkok ke seluruh dunia. Kunjungan ini pun diharapkan menjadi titik kembali bagi stabilitas ekonomi dunia nan tengah goyah. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia