Trump Klaim Raih Kesepakatan Fantastis dengan Xi Jinping tanpa Bahas Tarif

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Trump Klaim Raih Kesepakatan Fantastis dengan Xi Jinping tanpa Bahas Tarif Presiden AS Donald Trump berjumpa dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Beijing.(Dok. Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah mencapai sejumlah kesepakatan jual beli strategis dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam kunjungan tingkat tinggi di Beijing, meski rumor sensitif mengenai tarif sama sekali tidak dibahas. Pernyataan ini disampaikan Trump setibanya di Washington pada Jumat (15/5) waktu setempat, di tengah sorotan publik terhadap kelanjutan perang jual beli kedua negara.

“Kami tidak membahas itu. Topik tarif tidak diangkat,” ujar Trump tegas saat merespons pertanyaan wartawan mengenai kelanjutan kebijakan tarif antara Washington dan Beijing.

Absennya pembahasan tarif ini dinilai mengejutkan. Pasalnya, banyak pihak memprediksi kedua pemimpin bakal merundingkan perpanjangan gencatan tarif satu tahun nan sebelumnya disepakati di Korea Selatan pada Oktober lalu. Gencatan tersebut krusial untuk meredakan tensi perdagangan setelah tarif impor sejumlah produk sempat menembus nomor 100%.

Saat ini, Washington tetap mempertahankan sebagian tarif terhadap Tiongkok. Langkah tersebut diambil dengan argumen dugaan keterlibatan Beijing dalam rantai pasokan fentanyl dunia serta praktik perdagangan nan dianggap tidak setara oleh pihak AS.

Situasi norma di Amerika Serikat sendiri sedang dinamis. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sejumlah kebijakan tarif Trump pada Februari lalu, Gedung Putih merespons sigap dengan memberlakukan tarif dunia sementara sebesar 10% melalui kewenangan darurat. Kebijakan 10% ini pun sekarang tengah menghadapi gugatan norma di pengadilan AS.

Meski mengabaikan rumor tarif, Trump mengeklaim kunjungannya membuahkan hasil signifikan di sektor pertanian, penerbangan, hingga kepintaran buatan (AI). Ia menyebut Presiden Xi setuju untuk meningkatkan pembelian produk Amerika Serikat, termasuk pesawat Boeing, minyak, dan kedelai, serta berkomitmen membantu pembukaan jalur Selat Hormuz.

Hingga buletin ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari otoritas mengenai terkait perincian kesepakatan tersebut. Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga memilih untuk tidak memberikan konfirmasi maupun sanggahan atas klaim sepihak nan disampaikan oleh Presiden Trump.(AFP/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia