Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Sekarat: Hanya Punya Peluang Hidup 1 Persen

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Hanya Punya Peluang Hidup 1 Persen Presiden AS Donald Trump menolak mentah-mentah proposal tenteram Iran dan menyebut gencatan senjata saat ini dalam kondisi kritis. (White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan pesimis mengenai masa depan perdamaian dengan Iran. Trump menyebut gencatan senjata nan telah berjalan selama sebulan terakhir sekarang berada dalam kondisi kritis alias "sekarat".

Dalam keterangannya di Oval Office pada Senin (11/5/2026), Trump menegaskan meski kesepakatan penghentian permusuhan tetap berjalan, posisinya saat ini sangat rapuh.

"Saya bisa katakan gencatan senjata ini sedang berada dalam perangkat pacu jantung (life support) nan masif... seperti saat master datang dan berkata, 'Tuan, orang nan Anda sayangi hanya mempunyai kesempatan hidup sekitar 1 persen'," ujar Trump kepada wartawan.

Penolakan Keras Terhadap Proposal Iran

Ketegangan ini memuncak setelah Iran mengirimkan proposal jawaban pada Minggu untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Trump secara terbuka menghina arsip tersebut melalui unggahan di Truth Social.

"Saya baru saja membaca jawaban dari pihak nan disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya—SANGAT TIDAK BISA DITERIMA," tulisnya. Di hadapan media, dia apalagi menyebut proposal tersebut sebagai "sampah" nan tidak layak dibaca hingga tuntas.

Menanggapi sikap Trump, ahli bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, memihak proposal tersebut dengan menyebutnya sebagai langkah nan "bertanggung jawab" dan "murah hati". Baghaei menegaskan bahwa Tehran bakal bertindak dengan langkah apa pun nan diperlukan untuk mengamankan kepentingan mereka.

Poin-Poin Tuntutan Iran

  • Berdasarkan laporan instansi buletin Tasnim, tawaran Iran mencakup beberapa poin krusial:
  • Penghentian segera perang di semua lini (termasuk serangan Israel terhadap Hizbullah di Libanon).
  • Penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
  • Jaminan tidak adanya serangan lanjutan terhadap wilayah Iran.
  • Kompensasi atas kerusakan perang dan penegasan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Sengketa Nuklir dan Tekanan Israel

Salah satu titik buntu utama adalah masalah pengayaan uranium. Trump menuduh Iran mengingkari janji untuk membiarkan AS mengambil pasokan uranium nan diperkaya. "Iran tidak bakal pernah mempunyai senjata nuklir," tegas Trump.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menekan AS. Dalam wawancara dengan 60 Minutes CBS, Netanyahu menyatakan perang belum bisa dianggap usai sebelum akomodasi pengayaan Iran dibongkar. "Masih ada situs pengayaan nan kudu dihancurkan," katanya.

Konflik ini telah berakibat signifikan pada ekonomi global. Blokade Iran di Selat Hormuz, jalur bagi 20% pasokan minyak dunia, telah memicu lonjakan nilai daya global. Sementara itu, AS terus memperketat blokade pelabuhan untuk memaksa Tehran tunduk pada 14 poin memorandum nan diajukan Washington, termasuk penghentian total pengayaan nuklir.

Sebagai informasi, eskalasi militer besar-besaran dimulai sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, sebelum akhirnya gencatan senjata sementara diberlakukan bulan lalu. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia