Trump Tarik Pasukan dari Eropa: Pentagon Tunda Pengiriman Tentara ke Polandia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Pentagon Tunda Pengiriman Tentara ke Polandia Ilustrasi.(Magnific)

DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengumumkan penundaan pengiriman pasukan tambahan ke Polandia pada Selasa (19/5) malam waktu setempat. Langkah ini diambil seiring dengan percepatan agenda America First pemerintahan Presiden Donald Trump nan mulai menarik ribuan personel militer dari wilayah Eropa.

Penundaan ini merupakan bagian dari rencana pengurangan kekuatan tempur AS di Eropa, dari empat tim tempur brigade menjadi hanya tiga. Setiap unit brigade tersebut mencakup hingga 4.000 prajurit, tank, serta peralatan pendukung militer dalam jumlah besar.

Ketegangan di Internal NATO

Presiden Donald Trump telah lama mendesak negara-negara Eropa untuk mengambil peran lebih besar dalam pertahanan kolektif mereka. Namun, sumber internal menyebut bahwa dalam beberapa pekan terakhir, Trump merasa geram atas kurangnya support dari sekutu inti NATO terhadap keterlibatan AS-Israel dalam bentrok melawan Iran.

Meskipun terjadi pengurangan personel, Pentagon dalam pernyataan resminya menyebut Polandia sebagai sekutu model bagi AS. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dilaporkan telah menghubungi Wakil Perdana Menteri Polandia, Kosiniak-Kamysz, untuk memberikan agunan bahwa AS bakal tetap mempertahankan kehadiran militer nan kuat di negara tersebut.

Analisis Strategis Pentagon:

Departemen Pertahanan menyatakan bakal menentukan disposisi akhir pasukan di Eropa berasas kajian kebutuhan strategis dan operasional AS serta keahlian sekutu untuk berkontribusi pada pertahanan Eropa secara mandiri.

Dampak terhadap Keamanan Sayap Timur

Keputusan penarikan pasukan ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan sekutu NATO, terutama saat Rusia tetap melanjutkan agresinya di Ukraina dan menakut-nakuti stabilitas sayap timur aliansi. Sebagai perbandingan, pada awal perang tahun 2022, pemerintahan Biden justru mengirim ribuan tentara tambahan ke Eropa Timur untuk menghalangi ambisi teritorial Kremlin.

Langkah Trump ini bukan nan pertama. Tahun lalu, dia menarik pasukan dari Rumania. Bulan ini, Pentagon juga berencana menarik 5.000 personel militer dari Jerman, langkah nan secara luas dianggap sebagai tindakan punitif setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik keterlibatan AS dalam perang Iran.

Kritik dari Kongres AS

Kebijakan penarikan pasukan ini tidak hanya meresahkan sekutu internasional, tetapi juga memicu perdebatan di Kongres AS, baik dari kubu Republik maupun Demokrat. Pengumuman Selasa ini menyusul keputusan mendadak Menhan Hegseth pekan lampau nan menghentikan pengerahan tim tempur brigade asal Texas ke Polandia.

Penghentian mendadak tersebut mengejutkan pejabat militer AS dan Polandia, mengingat sebagian personel dan peralatan dari 2nd Armored Brigade Combat Team, 1st Cavalry Division sudah berada di posisi untuk memulai tugas selama sembilan bulan.

"Ini tamparan bagi Polandia dan teman-teman kita di Baltik," tegas Don Bacon dari Republik dalam sidang berbareng penjabat kepala staf Angkatan Darat, Jenderal Christopher LaNeve. Saat ini, militer AS tengah mengatur kepulangan ratusan personel nan terlanjur tiba di Polandia kembali ke Fort Hood, Texas. (Washington Post/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia