UGM Upayakan Manfaatkan Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Dijual

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Universitas Gadjah Mada (UGM) berupaya memanfaatkan memanfaatkan rumah peninggalan Pahlawan Nasional Prof dr M Sardjito di Kota Yogyakarta, DIY nan dijual mahir warisnya.

"UGM tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk aktivitas akademik dan sosial sehingga bisa merekognisi nilai sejarah atas rumah itu. Upaya-upaya tersebut sedang dilakukan dengan menggandeng KAGAMA," kata Rektor UGM, Ova Emilia dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Internal UGM tetap membahas corak upaya pemanfaatan tersebut. Bagaimanapun, kampus memahami adanya perhatian publik mengenai pemberitaan mengenai rumah peninggalan nan Sardjito dijual tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, UGM menekankan bahwa rumah tersebut merupakan milik pribadi keluarga. Sehingga mengenai kepemilikan maupun keputusan atas rumah tersebut sepenuhnya menjadi ranah family dan bukan kewenangan universitas.

"UGM menghormati nilai sejarah dan jasa para pendiri serta tokoh nan telah berkontribusi bagi perjalanan institusi. Pada saat nan sama, kami juga menghormati kewenangan dan keputusan family sebagai pemilik sah rumah tersebut," kata Ova.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo sebelumnya mengaku bakal mengobrol dengan Ova Emilia dan pihak mahir waris menyangkut rumah peninggalan Sardjito ini.

Hasto mengaku pernah mendengar soal rumah peninggalan Sardjito berstatus warisan budaya ini, meski diakuinya selama ini gedung tersebut belum jadi atensi Pemkot Yogyakarta.

Dia mengatakan rumah tersebut memang pernah ditawarkan kepada Pemkot Yogyakarta walaupun bukan lewat jalur resmi.

Wali kota beranggapan rumah tersebut baiknya memang diakuisisi oleh pemerintah alias UGM maupun RSUP dr Sardjito. Pertimbangan Hasto lantaran rumah tersebut menyimpan nilai historis, jejak perjalanan intelektual sekaligus sejarah panjang bumi pendidikan dan kesehatan di Yogyakarta.

Hanya saja, bagi Pemkot Yogyakarta sendiri belum memungkinkan untuk melaksanakan pengadaan lahan alias gedung dengan anggaran 2026 nan sudah bergulir.

Pemkot sebenarnya juga bisa ikut andil dalam pelestarian gedung nan diklaim sebagai warisan budaya ini menggunakan biaya keistimewaan (danais). Tapi, itu pun kudu melalui pengajuan terlebih dulu kepada Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

"Kita mendengar pernah, tahu (rumah peninggalan Sardjito), tapi tidak menyangka ini kemudian mau dijual," kata Hasto saat dihubungi, Jumat (15/5).

Rumah warisan Sardjito ini tepatnya berada di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Pihak mahir waris dan kerabat telah sepakat untuk melepas ini dengan argumen untuk perawatan dan pelestarian gedung nan lebih memadai.

Banner Microsite Haji 2026

Kerabat Sardjito, Budhi Susanto (70) nan sekarang menghuni rumah itu menuturkan, dirinya telah menawarkan gedung serta lahan warisan kepada 10 pihak. Dua di antaranya adalah UGM dan UII. Lalu ada pula mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, hingga sejumlah pengusaha serta dokter.

Dari semua pihak itu, Budhi paling berambisi UGM alias UII bersedia membeli rumah tersebut. Ia membayangkan rumah itu kelak menjadi museum Sardjito, alias apalagi kembali difungsikan sebagai rumah dinas rektor.

Sardjito, selain dikenal sebagai pahlawan nasional RI, juga pernah menjabat selaku rektor pertama UGM dan rektor ketiga UII.

Dengan letak strategis di pusat kota, dia percaya rumah itu tetap mempunyai banyak peminat. Namun ada satu perihal nan mau betul-betul dia hindari: rumah itu berubah menjadi kafe seperti bangunan-bangunan di sekitarnya.

"Ya tentunya (setelah pindah tangan) direnovasi dengan baik ya. Atau dipakai Museum Profesor dr. Sardjito ya. Atau dipakai rumah hormat sosial semacam Puskesmas. Jadi tiga-tiganya tuh rohnya Pak Sardjito semua," kata Budhi.

(kum/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional