Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan tim SAR campuran tetap melakukan operasi pencarian terhadap tiga orang pendaki nan lenyap pasca-erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan dua dari tiga pendaki nan lenyap merupakan Warga Negara Asing (WNA), sementara satu lainnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari kedua operasi ini, tim memfokuskan pencarian di area nan diduga menjadi titik keberadaan korban. Posisi dua WNA sempat terdeteksi berada pada jarak 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama," kata Muhari dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5), dikutip dari Antara.
Meskipun posisi dua WNA tersebut sudah diketahui, namun proses pemindahan belum dapat dilakukan lantaran kondisi medan nan ekstrem dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono nan tetap sangat tinggi.
Sementara itu satu pendaki WNI hingga sekarang tetap dalam proses pencarian dan belum terdeteksi keberadaannya.
Muhari mengatakan seluruh personel di lapangan wajib mengutamakan keselamatan dan mengikuti rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono dari Badan Geologi mengingat status gunung tersebut berada pada Level II (Waspada).
Sebagaimana info dari PGA tersebut diketahui aktivitas kegempaan tetap didominasi gempa letusan dengan amplitudo besar.
Sejak Sabtu (9/5) awal hari tadi hingga pukul 11.00 WIT tercatat beberapa kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak.
BNPB menyesalkan adanya aktivitas pendakian tersebut, mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Masyarakat dan visitor dilarang memasuki area rawan musibah dalam radius empat kilometer dari puncak kawah.
Demi mencegah kejadian serupa, BNPB mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi Badan Geologi mengenai pembatasan aktivitas di gunung api aktif lainnya nan berstatus Waspada maupun Siaga, seperti Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT, Gunung Marapi di Sumatera Barat, hingga Gunung Semeru di Jawa Timur.
"Kami meminta para operator jasa pendakian dan masyarakat untuk aktif mensosialisasikan penutupan jalur ini. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan hukuman sesuai peraturan nan bertindak demi keselamatan jiwa," kata Abdul Muhari.
(antara/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·