Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan anggaran sebesar Rp450 juta tidak hanya untuk bayar jasa cucian (laundry) pakaian Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud-Seno Aji.
Plt Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Kaltim Astri Intan Nirwangi menyebut anggaran tersebut juga untuk kebutuhan operasional enam gedung besar, guest house VIP hingga akomodasi rumah jabatan.
Astri mengatakan polemik anggaran Rp450 juta untuk laundry busana gubernur dan wakil gubernur itu muncul lantaran publik hanya membaca titel item pengadaan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dibaca orang kan hanya laundry busana kepala wilayah Rp 450 juta. Padahal jika dibuka rinciannya, itu bukan hanya pakaian. Di situ ada karpet, gorden, sprei, bed cover, cover meja jamuan, cover bangku jamuan dan perlengkapan operasional lainnya," ujar Astri,saat konvensi pers di instansi Diskominfo Kaltim, Selasa (5/5), dikutip dari detikKalimantan.
Astri menjelaskan item shopping tersebut digunakan untuk menunjang operasional beragam akomodasi milik Pemprov Kaltim nan dikelola Biro Umum. Terlebih sejak kebijakan efisiensi diterapkan, banyak aktivitas pemerintahan nan dipindahkan dari hotel ke area rumah kedudukan gubernur.
"Sekarang aktivitas OPD, aktivitas keagamaan, organisasi masyarakat, nyaris semua banyak dilaksanakan di rumah kedudukan dan gedung-gedung nan kami kelola. Jadi otomatis operasionalnya juga meningkat," katanya.
Astri menyebut area rumah kedudukan gubernur bukan hanya satu gedung rumah dinas. Di dalamnya terdapat pendopo, guest house, ruang VIP hingga musala nan nyaris setiap hari dipakai masyarakat maupun tamu pemerintahan.
"Di musala itu setiap hari ada pengajian, majelis taklim, dipakai salat juga sama masyarakat dan ASN. Di situ ada mukena, sajadah, karpet nan rutin kudu dicuci," ujarnya.
Aktivitas di guest house dan ruang VIP juga disebut nyaris tidak pernah berhenti. Astri mengungkapkan sejumlah pejabat nasional hingga kepala wilayah dari luar Kalimantan pernah menggunakan akomodasi tersebut.
"Guest house itu ada 10 bilik dan nyaris tiap hari dipakai tamu. Menteri, gubernur, tamu pemerintah provinsi banyak nan transit alias menginap di sana," tutur dia.
Astri apalagi menyebut hingga Mei 2026 realisasi anggaran laundry sudah mendekati 50 persen lantaran tingginya aktivitas di area rumah jabatan.
"Dari Januari sampai sekarang tamu enggak berhenti-berhenti. Kemarin lenyap Musrenbang, ada aktivitas organisasi masyarakat lagi, jadi memang operasionalnya tinggi," tambahnya.
Astri juga meluruskan dugaan bahwa pencucian karpet dan gorden semestinya masuk dalam anggaran pemeliharaan. Menurutnya, pemeliharaan dan jasa laundry merupakan dua perihal berbeda.
"Kalau rel gordennya rusak alias karpetnya sobek itu masuk pemeliharaan. Tapi jika dicuci ya masuk jasa laundry. Jadi memang beda pos anggarannya," jelasnya.
Menurut Astri, seluruh rincian penggunaan anggaran sebenarnya sudah dicantumkan secara terbuka di SiRUP dan dapat diakses publik kapan saja.
"Di penjelasan pekerjaannya sudah dijelaskan semua. Jadi jangan hanya lihat titel sama angkanya saja," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal meminta publik membaca perincian item pengadaan secara utuh sebelum menarik kesimpulan.
"Jangan baca judulnya aja terus lihat angkanya. Dibuka dulu rinciannya, dibaca baik-baik sampai bawah," kata Faisal.
Ia memastikan seluruh pengadaan di lingkungan Pemprov Kaltim berkarakter terbuka dan dapat dicek langsung melalui sistem online.
"Ini semua terbuka. Siapa saja bisa lihat dan baca sendiri detailnya," ujarnya.
Baca buletin selengkapnya di sini.
(fra/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·