Ilustrasi(Dok Istimewa)
PETUGAS Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter PDG 12 Embarkasi Padang melakukan visitasi kesehatan terhadap jemaah haji nan menginap di Al Hidayah Towers Hotel, Mekah, tempo hari. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Visitasi dilakukan langsung ke kamar-kamar jemaah di lantai 3 dan lantai 4 sayap kiri hotel. Kegiatan tersebut melibatkan ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan haji (TKH), hingga Petugas Haji Daerah (PHD) nan memantau kondisi jemaah usai menunaikan umrah wajib.
Selain memeriksa kesehatan, petugas juga memastikan kesiapan bentuk dan mental jemaah menghadapi fase Armuzna nan dikenal sebagai tahapan paling padat dan menguras tenaga selama penyelenggaraan ibadah haji.
Dokter Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, mengatakan jemaah mulai diminta mengurangi aktivitas bentuk berlebihan dan menghemat tenaga untuk persiapan puncak haji.
“Jemaah perlu menghemat tenaga untuk puncak haji nanti. Pastikan pola makan terjaga, ukur keahlian diri, dan jangan memaksakan aktivitas nan dapat menguras stamina,” ujar Maulidya, Jumat (15/5).
Dalam visitasi tersebut, petugas kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh di tengah cuaca ekstrem Kota Makkah. Jemaah diminta rutin menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan hand sanitizer, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengatur waktu istirahat.
Menurut Maulidya, suhu udara di Makkah dalam beberapa hari terakhir mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi itu membikin jemaah rentan mengalami kelelahan dan dehidrasi andaikan tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik.
Petugas kloter juga membuka jasa konsultasi kesehatan bagi jemaah nan mengalami keluhan selama berada di Tanah Suci. Seluruh jemaah diminta segera melapor andaikan mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun agar dapat segera ditangani.
“Jika ada keluhan kesehatan, segera hubungi dokter, perawat, alias petugas kloter lainnya agar bisa sigap ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi nan lebih serius,” katanya.
PPIH Embarkasi Padang juga terus memperkuat jasa pendampingan terhadap jemaah lanjut usia, disabilitas, dan akibat tinggi (risti). Pendampingan dilakukan agar seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah haji dengan kondusif hingga tahapan Armuzna selesai.
Kegiatan visitasi kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelayanan haji tahun 2026 nan mengusung semangat ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Melalui jasa itu, petugas berambisi seluruh jemaah tetap sehat dan dapat menjalankan puncak ibadah haji secara optimal di Tanah Suci. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·