Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen melepas kloter 1 dari kabupaten Tegal menuju Madinah dari Embarkasi Solo.(MI/Widjajadi)
WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah tahun 1447 H/2026 M. Pelepasan berjalan di Embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali, pada Rabu (22/4/2026) awal hari pukul 01.05 WIB.
Kloter pertama nan dikenal dengan kode SOC 1 ini memberangkatkan 360 jemaah asal Kabupaten Tegal. Mereka terbang menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6101. Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap petunjuk petugas selama di Tanah Suci.
“Yang paling krusial diperhatikan di sana adalah pengarahan dari pembimbing haji di KBIH. Jaga stamina, kesehatan, dan kekompakan lantaran perjalanan ibadah ini berjalan panjang, sekitar 40 hari,” ujar Taj Yasin.
Rincian Kuota dan Jalur Keberangkatan
Berdasarkan info dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (dahulu disebut Kanwil Kemenag/Kementerian Haji dan Umrah) Jawa Tengah, total kuota jemaah haji tahun ini mencapai 34.122 orang. Operasional keberangkatan dibagi melalui dua pintu utama, ialah Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta.
| Jemaah Urut Porsi | 32.138 Orang |
| Prioritas Lansia | 1.706 Orang |
| Petugas Haji Daerah | 191 Orang |
| Pembimbing KBIH | 87 Orang |
| Total Kuota Jateng | 34.122 Orang |
| Embarkasi Solo (SOC) | 81 Kloter |
| Embarkasi Yogyakarta (PDG) | 15 Kloter (Eks Karesidenan Kedu) |
Kesiapan Kesehatan dan Istitha'ah
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, memastikan bahwa seluruh jemaah telah melalui pemeriksaan kesehatan nan ketat. Fokus utama panitia adalah memverifikasi kembali hasil istitha’ah (kemampuan) kesehatan bentuk dan mental jemaah.
Meski kloter 1 dinyatakan dalam kondisi aman, Yunita melaporkan adanya dinamika kesehatan pada kloter berikutnya. Pada kloter 2, terdapat dua jemaah nan kudu dirujuk ke RS Moewardi. Sementara pada kloter 3, dua jemaah diminta beristirahat dan satu orang lainnya tetap dalam observasi medis.
“Kondisi tersebut tidak otomatis membatalkan keberangkatan. Tim medis bersiaga 24 jam untuk melakukan asesmen unik guna menentukan kepantasan terbang. Prinsipnya, berangkat sehat, pulang pun sehat,” tegas Yunita.
Kisah Haru Penantian 14 Tahun
Di antara ratusan jemaah, terselip kisah haru dari Maliyah, 75, penduduk Margasari, Kabupaten Tegal. Meski kudu menggunakan bangku roda, raut senang terpancar dari wajahnya setelah menanti keberangkatan selama 14 tahun.
“Dulu daftar berbareng suami, tapi suami sudah meninggal empat tahun lalu. Sekarang berangkat didampingi menantu. Sempat opname juga sebelum ini, tapi alhamdulillah hasil kajian konteks saat ini kesehatan tadi sudah bagus dan diizinkan berangkat,” tutur Maliyah penuh syukur.
Senada dengan itu, Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC, Ahmad Risyanto, memberikan apresiasi terhadap manajemen haji tahun ini. Menurutnya, jasa administrasi, pembagian kebutuhan jemaah, hingga kejelasan alur di embarkasi menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, serta jejeran unsur pemerintah wilayah dan tokoh organisasi keagamaan. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·