Gambar Mars ini diambil oleh misi Psyche NASA pada 3 Mei 2026, sekitar 3 juta mil dari planet tersebut saat pesawat ruang angkasa mendekat untuk melakukan manuver support gravitasi pada 15 Mei. Sinar mentari dipantulkan dan dihamburkan oleh debu di atmosf(Doc NASA/JPL-Caltech/ASU)
WAHANA antariksa Psyche milik NASA bakal melintas dekat Mars pada Jumat, 15 Mei, untuk memanfaatkan support gravitasi planet tersebut dalam perjalanannya menuju asteroid logam 16 Psyche.
Psyche bakal melintas sekitar 4.500 kilometer dari permukaan Mars dengan kecepatan nyaris 19.848 kilometer per jam. Manuver ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan sekaligus menyesuaikan lintasan wahana tanpa kudu menghabiskan terlalu banyak bahan bakar.
Diluncurkan pada Oktober 2023, Psyche menggunakan sistem propulsi listrik tenaga surya berbahan bakar xenon untuk menempuh perjalanan panjang menuju sabuk asteroid utama. Bantuan gravitasi Mars menjadi bagian krusial dalam strategi efisiensi misi tersebut.
Selain membantu navigasi, momen flyby ini juga dimanfaatkan tim misi untuk menguji dan mengkalibrasi instrumen sains wahana. Kamera multispektral Psyche bakal menangkap ribuan gambar Mars sebagai latihan sebelum mulai mengorbit asteroid Psyche pada 2029.
Sejak 7 Mei, wahana sudah mulai mengirim gambar mentah pertama nan memperlihatkan gugusan bintang dengan Mars tampak mini di kejauhan. Tim misi berambisi hasil pengamatan itu nantinya dapat diolah menjadi video time-lapse.
Untuk memastikan lintasan tetap akurat, tim operasi sebelumnya melakukan manuver koreksi pada 23 Februari dengan menyalakan pendorong wahana selama 12 jam.
Sarah Bairstow dari Jet Propulsion Laboratory mengatakan flyby ini menjadi kesempatan pertama bagi tim untuk mengkalibrasi instrumen pencitraan menggunakan objek besar seperti Mars.
Saat mendekati planet merah itu, Psyche awalnya hanya bakal memandang sisi malam Mars dengan corak sabit tipis lantaran posisi perspektif pencahayaan Matahari. Setelah melintas, Mars bakal tampak nyaris penuh, memberikan kesempatan pengamatan nan lebih baik.
Tim intelektual juga bakal mencoba mendeteksi kemungkinan cincin debu tipis di sekitar Mars nan diduga berasal dari tumbukan mikrometeorit di bulan Phobos dan Deimos. Selain itu, magnetometer dan spektrometer wahana bakal mempelajari medan magnet Mars serta perubahan partikel kosmik selama penerbangan lintas.
Data penerbangan Psyche bakal dipantau melalui jaringan komunikasi Deep Space Network milik NASA. Sejumlah misi lain di Mars, termasuk Mars Reconnaissance Orbiter dan rover Perseverance, juga bakal membantu pengamatan dan kalibrasi info selama flyby berlangsung.
Sumber: NASA
English (US) ·
Indonesian (ID) ·