Jakarta, CNN Indonesia --
Puluhan ribu umat Buddha dari beragam wilayah diperkirakan bakal memadati area Candi Borobudur untuk merayakan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 pada akhir Mei mendatang. Tingginya antusiasme peserta membikin seremoni tahun ini diprediksi menjadi salah satu nan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan hingga pertengahan Mei 2026 jumlah peserta nan telah terdaftar mencapai sekitar 23 ribu orang dari beragam wilayah di Indonesia.
"Peserta datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, dan paling banyak dari Jawa Tengah," kata Tanto di Semarang, Kamis (14/5) mengutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah tersebut diperkirakan tetap bakal terus bertambah, terutama menjelang malam pelepasan lampion nan menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam rangkaian Waisak.
"Biasanya pada hari H tetap banyak nan datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah nyaris 10 ribu orang lagi," ujarnya.
Lonjakan visitor mulai terasa di area Borobudur dan sekitarnya. Tingkat kediaman hotel, homestay, hingga penginapan milik penduduk dilaporkan nyaris penuh sejak jauh hari.
Menurut Tanto, akibat ekonomi dari seremoni Waisak turut dirasakan masyarakat sekitar, terutama pelaku upaya pariwisata dan kuliner.
"Dampaknya tentu besar untuk masyarakat, mulai hotel, homestay, warung makan, restoran, semuanya bakal ramai menjelang Waisak," katanya.
Momentum libur panjang pada akhir Mei 2026 juga disebut menjadi aspek nan mendorong tingginya jumlah kunjungan tahun ini dibandingkan seremoni sebelumnya.
Salah satu sorotan dalam Waisak 2026 adalah perjalanan para Bhikkhu Thudong nan menempuh perjalanan kaki dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, mengatakan sebanyak 60 bhikkhu mengikuti perjalanan spiritual tersebut, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 bhikkhu lokal.
"Tahun ini ada 60 bhikkhu nan ikut, terdiri atas 50 bhikkhu asing dan 10 lokal," katanya.
Puncak seremoni Waisak bakal berjalan pada 31 Mei 2026. Tahun ini, detik-detik Waisak jatuh pada sore hari, tepat pukul 15.44 WIB, sehingga susunan aktivitas mengalami penyesuaian dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Prosesi dimulai sejak pagi dari Candi Mendut menuju Borobudur. Setelah detik-detik Waisak berjalan pada sore hari, aktivitas dilanjutkan dengan pelepasan lampion perdamaian dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB, kemudian ditutup dengan pagelaran sendratari pada malam hari.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan support penuh pemerintah provinsi terhadap penyelenggaraan Waisak Nasional 2026.
Menurut Luthfi, Waisak bukan sekadar seremoni spiritual umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol toleransi, persatuan, dan moderasi berakidah di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, mendukung seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari hormat sosial kesehatan, ritual spiritual, hingga prosesi puncak Waisak di Borobudur.
Luthfi juga memastikan dirinya bakal datang dalam rangkaian seremoni Waisak di Borobudur.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·