Ilustrasi(Magnific)
WAKTU rehat (recess) di sekolah bukanlah waktu santuy nan sia-sia dan mengurangi menit berbobot anak untuk menguasai pelajaran. American Academy of Pediatrics (AAP) merilis pembaruan pedoman mengenai permainan tidak terstruktur untuk pertama kalinya dalam 13 tahun pada Mei 2026. Panduan ini menegaskan waktu rehat memegang "peran krusial" di sekolah.
Para master kesehatan setuju bahwa waktu rehat sangat krusial bagi perkembangan siswa, termasuk remaja di tingkat SMA. Langkah ini diambil di tengah tren penurunan waktu rehat di beragam sekolah selama lebih dari dua dekade.
"Waktu rehat bukanlah kemewahan alias hadiah, melainkan bagian krusial dari pembelajaran, kesehatan, dan perkembangan anak-anak dari segala usia," ujar Dr. Zishan Khan, seorang psikiater anak, remaja, dan dewasa dari Mindpath Health. "Pesannya telah bergeser dari 'istirahat itu baik' menjadi 'istirahat itu perlu dan kudu dilindungi'."
Alasan Penurunan Waktu Istirahat
Panduan terbaru AAP menyoroti siswa memerlukan beberapa kali rehat setiap hari dengan total minimal 20 menit waktu tidak terstruktur. Tujuannya mendapatkan faedah kognitif, fisik, dan sosial secara penuh. Namun, lama rehat di sekolah-sekolah Amerika Serikat sangat bervariasi; ada nan memberikan kurang dari 10 menit, sementara sebagian lainnya memberikan waktu hingga satu jam.
Sebagai perbandingan, negara-negara seperti Australia, Denmark, Finlandia, Jepang, Turki, Uganda, dan Inggris memberikan waktu rehat dobel setiap 45 hingga 50 menit pembelajaran. Sebaliknya, sejak pertengahan tahun 2000-an, hingga 40% wilayah sekolah di AS telah mengurangi alias menghapus waktu rehat demi mengejar nilai ujian, keterbatasan anggaran staf pengawas, alias minimnya lahan bermain nan aman.
Ironisnya, waktu rehat juga sering dipotong sebagai balasan atas perilaku jelek siswa di kelas. Padahal, para master anak memperingatkan bahwa strategi tersebut justru dapat memperparah masalah perilaku.
"Untuk banyak anak, terutama mereka nan menderita ADHD, kecemasan, trauma, alias tingkat daya nan tinggi, waktu rehat adalah pengaturan ulang (reset) nan membantu mereka mengatur tubuh mereka dan kembali ke kelas dalam kondisi siap belajar," kata Dr. Khan. "Mengambil waktu tersebut dapat berbalik merugikan dengan meningkatkan ketidakstabilan izin diri, kegelisahan, dan gangguan di kelas di kemudian hari."
Manfaat Nyata untuk Fisik dan Mental
Dr. Tanya Dansky, master anak dari Miller Children's & Women’s Hospital di California, memaparkan empat faedah utama dari waktu istirahat: meningkatkan aktivitas bentuk harian demi menekan nomor obesitas anak, mendukung kesehatan kardiovaskular serta kekuatan otot dan tulang, membentuk kebiasaan bergerak sehat seumur hidup, dan mengurangi lama duduk nan terlalu lama.
Dari sisi psikiatri, waktu rehat terbukti menurunkan stres, memberikan tempat pelepasan emosi nan sehat, serta menjadi ruang alami bagi anak untuk melatih keahlian sosial secara langsung. Di sinilah anak-anak belajar mengelola konflik, bernegosiasi, dan bangkit dari kekecewaan.
Para master menyarankan agar orang tua mulai bergerak aktif dan bekerja sama secara berkelompok untuk mendorong perubahan kebijakan waktu rehat di sekolah anak mereka dengan tetap menjaga komunikasi nan solutif serta respektif berbareng pihak pembimbing dan sekolah. (Parents/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·