Ilustrasi(Dok Pemprov Jateng)
ANTUSIASME masyarakat Kota Batam untuk menggunakan jasa penyembelihan hewan kurban di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Batam cukup tinggi. Seluruh kuota penyembelihan nan disiapkan selama empat hari pelayanan telah penuh dipesan.
Layanan penyembelihan tersebut dijadwalkan berjalan mulai Hari Raya Iduladha hingga Hari Tasyrik, ialah pada 27 sampai 30 Mei 2026.
Kepala UPTD RPH Kota Batam, Leny Hermayanti, mengatakan pendaftaran jasa penyembelihan telah dibuka sejak 30 April 2026 melalui media sosial dan WhatsApp. Namun, tingginya minat masyarakat membikin seluruh slot pelayanan sigap terisi.
“Alhamdulillah, pendaftaran pelayanan selama empat hari, mulai Hari Raya Iduladha hingga Hari Tasyrik, sudah penuh,” katanya, Senin (25/5).
Pada tahun ini, sebanyak 72 ekor hewan kurban telah terdaftar untuk disembelih di RPH Batam. Jumlah tersebut terdiri atas 36 ekor sapi dan 36 ekor kambing.
Menurut dia, tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari akomodasi nan tersedia di RPH Batam. Selain didukung sarana penyembelihan nan memadai, RPH juga menjamin produk hewan kurban nan dihasilkan memenuhi prinsip ASUH, ialah Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Setiap hewan kurban nan masuk ke RPH bakal menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan alias antemortem. Setelah disembelih, hewan kembali diperiksa melalui pemeriksaan postmortem oleh master hewan pemerintah.
Proses penyembelihan juga dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) nan telah tersertifikasi. Hal tersebut menjadi salah satu kelebihan jasa RPH Batam dalam memberikan rasa kondusif kepada masyarakat nan menitipkan penyembelihan hewan kurbannya.
Salah seorang penduduk Batam, Nurman, 45, mengatakan dirinya memilih jasa RPH lantaran proses penyembelihan dinilai lebih terjamin dari sisi kebersihan dan kehalalan.
“Di RPH ada pemeriksaan master hewan dan penyembelihnya juga Juleha tersertifikasi. Kami lebih tenang lantaran daging kurban nan dibagikan kepada masyarakat dipastikan kondusif dan halal,” ujarnya.
Sementara itu, penduduk lainnya, Asmien, 33, mengaku sempat berencana mendaftarkan hewan kurban keluarganya di RPH Batam. Namun, dia tidak memperoleh slot pelayanan lantaran seluruh kuota telah penuh.
“Saya sebenarnya mau mendaftarkan hewan kurban family di RPH, tetapi rupanya kuotanya sudah penuh. Mudah-mudahan tahun depan kapabilitas pelayanannya bisa ditambah lantaran peminatnya cukup banyak,” katanya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·