Warga Keluhkan Bau Sampah, Operasional RDF Rorotan Dijalankan Bertahap

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Warga Keluhkan Bau Sampah, Operasional RDF Rorotan Dijalankan Bertahap

Warga Keluhkan Bau Sampah, Operasional RDF Rorotan Dijalankan Bertahap (Dok DLH DKI)

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan operasional akomodasi pengolahan sampah RDF (Refuse Derived Fuel) Plant Rorotan tidak dijalankan secara penuh, melainkan bertahap. Operasional RDF Plant Rorotan diawasi sejak proses pengangkutan hingga pengolahan sampah. 

Hal ini sebagai jawaban di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai potensi bau, pencemaran, dan akibat lingkungan, 

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan RDF Plant Rorotan saat ini tetap beraksi secara terbatas, lima hari dalam seminggu dengan dua sif kerja. Sementara itu, hari Sabtu dan Minggu dimanfaatkan unik untuk membersihkan dan menata area operasional.

“Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapabilitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara berjenjang menuju kapabilitas 1.000 ton per hari sesuai pengarahan Bapak Gubernur,” ujar Asep dalam keterangannya, dikutip Senin (2/2/2026). 

RDF Rorotan ini menerima pasokan sampah nan diolah dari enam kecamatan di Jakarta Utara dan lima kecamatan di Jakarta Timur. 

Dalam setiap tahap peningkatan kapasitas, DLH memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan berfaedah optimal dan sesuai standar teknis. Selain itu, perhatian besar diberikan pada aspek pengangkutan sampah nan selama ini menjadi salah satu kekhawatiran utama warga.

Asep menegaskan, pengiriman sampah ke RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.

“Tidak ada lagi kendaraan terbuka nan masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah aroma dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan,” tegasnya.

DLH DKI Jakarta juga mengoperasikan pos pantau di dua titik akses utama dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Di pos tersebut, petugas memeriksa kondisi kendaraan, termasuk memastikan bak tertutup rapat dan penampungan lindi tidak bocor.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com