Waspada Karies Gigi Anak, Orangtua Wajib Cermat Baca Label Susu Formula

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Waspada Karies Gigi Anak, Orangtua Wajib Cermat Baca Label Susu Formula Ilustrasi(MI/HO)

MASALAH kesehatan gigi pada anak di Indonesia sekarang berada pada titik nan mengkhawatirkan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Kondisi ini tidak lepas dari pola makan nan tidak sehat, termasuk konsumsi gula berlebih nan sering kali tersembunyi dalam asupan harian seperti susu formula.

Menanggapi kejadian ini, para orangtua diimbau untuk tidak lagi hanya terpaku pada klaim faedah nan tertera di bagian depan kemasan. Janji-janji seperti “mendukung tumbuh kembang”, “tinggi kalsium”, alias “meningkatkan imunitas” sering kali menutupi kebenaran mengenai kandungan sebenarnya di dalam produk tersebut.

Pentingnya Memahami Daftar Komposisi

Menurut master ahli anak dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), perubahan pola pikir dalam memilih susu formula kudu dimulai dari ketelitian membaca label. Ia menekankan bahwa kualitas nutrisi nan betul-betul dikonsumsi anak setiap hari tercermin dari daftar komposisi secara utuh, bukan sekadar merek alias iklan.

“Orangtua sebaiknya tidak berakhir pada klaim di kemasan. nan wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Karena dari situlah kita bisa memandang kualitas sumber nutrisi nan betul-betul dikonsumsi anak setiap hari,” ujar Reza.

Hal utama nan perlu diperhatikan adalah urutan bahan dalam daftar komposisi. Bahan nan berada di urutan teratas menunjukkan kandungan dengan porsi terbanyak.

Jika susu segar tercantum di urutan awal, ini menandakan produk tersebut menggunakan bahan baku utuh nan kaya bakal protein, kalsium, dan mikronutrien alami tanpa melalui proses pengolahan nan terlalu panjang.

Mengenal Bahan Tambahan dan Risikonya

Selain bahan utama, orangtua wajib mewaspadai bahan tambahan nan sering digunakan untuk meningkatkan cita rasa alias menutupi aroma akibat proses produksi nan panjang. Beberapa bahan ini mempunyai akibat jangka panjang terhadap preferensi rasa dan kesehatan anak.

Bahan Tambahan Karakteristik & Dampak
Maltodextrin Karbohidrat olahan nan sigap dipecah menjadi gula oleh tubuh.
Sukrosa / Gula Tambahan Penyebab utama karies gigi dan akibat kesehatan jangka panjang (diabetes).
Sirup Jagung Sumber gula tambahan nan memengaruhi kebiasaan makan anak.
Vanilin Bahan perisa untuk memperkuat rasa dan menutupi aroma proses produksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula pada anak. Paparan rasa manis sejak awal dikhawatirkan bakal membentuk preferensi rasa anak terhadap makanan manis di masa depan, nan memperburuk akibat kesehatan gigi dan metabolisme.

Pengaruh Proses Produksi terhadap Nutrisi

Kualitas susu formula tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga gimana produk tersebut diproses. Proses produksi nan terlalu panjang dengan pemanasan berulang (heat treatment) dapat menurunkan kualitas nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa panas berlebih dapat mengubah struktur protein dan menurunkan kadar lysine, salah satu masam amino esensial nan krusial bagi pertumbuhan.

Semakin terjaga proses produksinya, semakin besar kesempatan nilai gizi seperti protein, kalsium, dan fosfor tetap optimal saat dikonsumsi oleh anak.

Catatan Penting: Air Susu Ibu (ASI) tetap merupakan sumber gizi terbaik dan utama bagi bayi lantaran mengandung antibodi alami. Namun, jika kondisi medis alias situasi tertentu mengharuskan penggunaan susu formula, pemilihan produk kudu dilakukan dengan sangat kritis.

Sebagai penutup, Reza mengingatkan bahwa keputusan orangtua hari ini bakal berakibat pada kesehatan anak di masa depan.

“Memilih susu formula bukan sekadar soal merek. Ini tentang memahami apa nan betul-betul masuk ke tubuh anak setiap hari. Sudah saatnya orangtua menjadi lebih teliti membaca label agar dapat membantu membentuk generasi nan lebih sehat,” pungkasnya. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia