Waspada Lebaran Banyak Penipuan Digital, Jangan Sampai THR Anda Lenyap!

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

ITSEC menyebut jumlah serangan siber menurun namun kualitas penipuan digital justru semakin mematikan selama Ramadan 2026. Foto: ITSEC

JAKARTA - Bulan suci Ramadan semestinya menjadi momen berburu pahala. Namun bagi penjahat siber di tahun 2026, ini adalah masa panen raya untuk menguras duit masyarakat dengan langkah nan semakin tak kasat mata.

PT ITSEC Asia Tbk, satu-satunya perusahaan keamanan siber nan melantai di Bursa Efek Indonesia, membongkar ironi ini: secara kuantitas, serangan siber memang tampak menyusut, namun secara kualitas, penipuan digital berevolusi menjadi monster mematikan dengan support Kecerdasan Buatan (AI).

Logikanya sederhana. Mengapa peretas kudu bersusah payah menjebol tembok pertahanan server nan mahal, jika menipu psikologis manusia jauh lebih murah dan cepat?

Data dari tim Threat Intelligence ITSEC Asia dan platform Horizon Scout mengonfirmasi tren ini.

Pada Maret 2025, tercatat 45 kasus defacement (perusakan situs), 77 kebocoran data, 2 kasus ransomware, dan sekitar 30.600 percobaan serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Setahun kemudian, pada Maret 2026, nomor kekerasan siber "tradisional" ini merosot tajam. Kasus defacement turun menjadi 23 kasus, kebocoran info menjadi 65 insiden, ransomware tersisa 1 kasus, dan serangan DDoS ambruk ke nomor 17.900 percobaan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews