Waspada Modus Penipuan Validasi Data, Kemenhaj Minta Jemaah Lindungi Data Pribadi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Waspada Modus Penipuan Validasi Data, Kemenhaj Minta Jemaah Lindungi Data Pribadi Ilustrasi para calon jemaah haji.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mengeluarkan imbauan resmi mengenai meningkatnya praktik penipuan nan menargetkan calon jemaah haji. Modus nan digunakan pelaku umumnya memanfaatkan komunikasi melalui telepon maupun pesan singkat dengan argumen verifikasi alias pembaruan data.

Kepala Pusdatin Kemenhaj, Farosa menjelaskan bahwa langkah ini merupakan corak pencegahan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan info pribadi.

"Materi ini disusun sebagai upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan info pribadi nan dapat dimanfaatkan untuk penipuan hingga pengajuan pinjaman online secara ilegal," kata Farosa dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Berdasarkan temuan nan dihimpun, terdapat sejumlah pola penipuan nan kerap dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Di antaranya, pelaku menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp, mengaku sebagai petugas resmi Kementerian Haji dan Umrah, serta meminta pembaruan info pribadi.

Selain itu, muncul pula modus baru berupa permintaan video call dengan dalih perekaman wajah untuk keperluan pengesahan data. Praktik ini dinilai berisiko tinggi lantaran dapat disalahgunakan untuk kepentingan ilegal.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Haji dan Umrah mengampanyekan semboyan #DataAmanIbadahNyaman dan mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan langkah memastikan kebenaran info melalui kanal resmi kementerian, menghindari tautan mencurigakan nan tidak jelas sumbernya, dan tidak membagikan info pribadi kepada pihak nan tidak dikenal.

Farosa juga menegaskan bahwa masyarakat nan menerima komunikasi mencurigakan diharapkan segera melakukan verifikasi alias melaporkan melalui akun resmi kementerian maupun instansi wilayah terdekat.

"Masyarakat nan menerima komunikasi mencurigakan diminta untuk segera melapor alias melakukan verifikasi melalui akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah alias mendatangi instansi wilayah kementerian terdekat," pungkasnya.  (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia