
Nyeri menstruasi hebat. (Foto: Freepik)
NYERI saat menstruasi sering dianggap perihal nan wajar oleh banyak perempuan. Namun, jika rasa sakit nan dialami sudah sangat dahsyat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu diwaspadai lantaran bisa menjadi tanda endometriosis.
Karena itu, krusial mengetahui serba-serbi soal endometriosis. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari sakit nan satu ini.

1. Apa Itu Endometriosis?
Dilansir dari laman resmi WHO, endometriosis adalah penyakit kronis nan terjadi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan, nyeri berkepanjangan, hingga gangguan kesuburan.
Sayangnya, banyak kasus endometriosis tidak terdiagnosis sejak awal. Penyebabnya, indikasi sering dianggap sebagai nyeri menstruasi biasa.
Nyeri menstruasi normal biasanya tetap dapat ditoleransi dan tidak mengganggu aktivitas harian. Namun, pada endometriosis, nyeri nan muncul condong lebih berat, berjalan lama, dan apalagi tidak membaik meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.
Ada sejumlah tanda nan perlu diwaspadai dari endometriosis. Pertama, nyeri menstruasi sangat dahsyat hingga susah beraktivitas.
Lalu, nyeri panggul nan terjadi apalagi di luar masa menstruasi. Perdarahan menstruasi nan berlebihan juga bisa terjadi. Kemudian, ada rasa sakit saat buang air besar alias buang air mini saat menstruasi hingga nyeri saat berasosiasi intim
Selain nyeri, endometriosis juga dapat berakibat pada kualitas hidup penderitanya. Banyak wanita mengalami kelelahan, gangguan emosi, hingga penurunan produktivitas akibat rasa sakit nan terus berulang. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menyebabkan infertilitas alias kesulitan untuk hamil.
Karena gejalanya nan kompleks, endometriosis sering terlambat terdiagnosis. Bahkan, penyakit satu ini bisa menyantap waktu bertahun-tahun sebelum pasien mendapatkan penanganan nan tepat.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·