Kanye West(AFP/ANGELA WEISS)
GELARAN musik bergengsi Wireless Festival musim panas ini resmi dibatalkan. Keputusan drastis ini diambil setelah pemerintah Inggris secara resmi melarang headliner utama mereka, Kanye West (yang sekarang dikenal sebagai Ye), untuk memasuki wilayah negara tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) menolak permohonan Electronic Travel Authorisation (ETA) nan diajukan sang rapper pada Senin (6/4) lalu. Pemerintah menyatakan bahwa kehadiran West di Inggris dianggap "tidak kondusif bagi kepentingan publik" menyusul rekam jejak pernyataannya nan kontroversial.
Kronologi Kontroversi dan Penolakan
Selama beberapa tahun terakhir, West terus menuai kecaman dunia akibat serangkaian komentar antisemitisme, rasis, hingga pernyataan pro-Nazi. Puncaknya terjadi pada Mei 2025, ketika dia merilis lagu berjudul Heil Hitler dan menjual atribut bermotif swastika.
Pihak penyelenggara Wireless Festival menyatakan bahwa seluruh pemegang tiket bakal mendapatkan pengembalian biaya (refund) secara penuh. Dalam pernyataan resminya, mereka mengakui akibat individual nan ditimbulkan oleh rumor antisemitisme ini, meski sebelumnya sempat berkonsultasi dengan beragam pemangku kepentingan sebelum memesan agenda West.
| 2022 | Mengunggah ancaman "death con 3" terhadap organisasi Yahudi di media sosial. |
| 2022 (Akhir) | Menyatakan "melihat hal-hal baik tentang Hitler" dalam podcast Alex Jones. |
| Januari 2026 | Meminta maaf melalui pernyataan panjang di Wall Street Journal. |
| Mei 2025 | Merilis lagu Heil Hitler dan menjual kaus berswastika. |
| April 2026 | Pemerintah Inggris menolak izin masuk (ETA) untuk Wireless Festival. |
Reaksi Pemerintah dan Komunitas
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, mendukung penuh langkah pelarangan tersebut.
"Kanye West semestinya tidak pernah diundang untuk menjadi penampil utama. Pemerintah berdiri teguh berbareng organisasi Yahudi untuk melawan racun antisemitisme," tegasnya.
Menteri Kesehatan Wes Streeting apalagi menyebut permintaan maaf West sebelumnya sebagai tindakan nan "palsu dan hanya demi kepentingan pribadi".
Di sisi lain, golongan organisasi Yahudi seperti Community Security Trust (CST) menyambut baik keputusan pemerintah sebagai hasil nan masuk logika untuk melindungi masyarakat dari kebencian.
Pembelaan Penyelenggara dan Kondisi Mental
Melvin Benn, Direktur Pelaksana Festival Republic (penyelenggara Wireless), sempat meminta publik untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan mental West. Ia mengingatkan bahwa perilaku psikotik alias bipolar nan diderita seseorang tidak bisa lenyap dalam semalam.
Namun, argumen tersebut dipatahkan oleh Gideon Falter dari Campaign Against Antisemitism, nan menilai keputusan mengundang West adalah corak pengejaran "keuntungan di atas prinsip".
Hingga buletin ini diturunkan, pihak Ye menyatakan tetap berambisi bisa menjalin perbincangan dengan organisasi Yahudi di Inggris untuk menunjukkan perubahan nyata melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata. (bbc/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·