Xi Jinping dan Trump Sepakat Perkuat Koordinasi di Tengah Perang Iran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Xi Jinping dan Trump Sepakat Perkuat Koordinasi di Tengah Perang Iran PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.(Dok. AFP/Asfouri)

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi mengenai beragam rumor internasional dan regional di tengah memanasnya situasi geopolitik, khususnya bentrok Timur Tengah nan melibatkan Iran.

Kesepakatan tersebut disampaikan pemerintah Tiongkok pada Jumat (15/5) menyusul kunjungan kenegaraan Trump ke Beijing nan menjadi lawatan pertama presiden Amerika Serikat ke Tiongkok sejak 2017.

Menurut pernyataan ahli bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, kedua pemimpin melakukan pertukaran pandangan mendalam mengenai beragam rumor utama nan menyangkut kepentingan kedua negara maupun situasi global, dan sukses mencapai sejumlah pemahaman berbareng baru.

Sebelumnya, Xi Jinping dan Trump juga sempat berjumpa pada sela-sela forum KTT APEC tahun lampau di Busan, Korea Selatan.

Dalam kunjungan kali ini, Xi menyambut Trump dengan upacara kenegaraan dan jamuan resmi. 

Kedua pemimpin juga menggelar pembicaraan bilateral serta melakukan kunjungan berbareng ke Kuil Surga pada Kamis.

Pihak Tiongkok menyebut kedua negara menyepakati visi baru untuk membangun hubungan Tiongkok-AS nan konstruktif dan stabil secara strategis untuk memberikan pedoman strategis bagi hubungan Tiongkok-AS selama tiga tahun ke depan dan seterusnya, mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-AS nan stabil, baik, dan berkelanjutan, serta membawa lebih banyak perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bagi dunia.

Selain itu, Xi dan Trump juga disebut mencapai pemahaman berbareng nan krusial tentang penanganan masalah berbareng mereka dengan langkah nan tepat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menambahkan bahwa hubungan kedua kepala negara telah memperkuat pemahaman bersama, memperdalam kepercayaan bersama, memajukan kerja sama praktis, meningkatkan faedah bagi rakyat kedua negara, dan memberikan stabilitas dan kepastian nan sangat dibutuhkan di dunia.

Di sisi lain, Trump mengungkapkan bahwa Xi telah menyampaikan komitmen mengenai situasi Timur Tengah. 

Menurut Trump, Xi Jinping menegaskan Beijing tidak bakal memasok perlengkapan militer kepada Iran dan mendukung terbukanya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Dia mengatakan dia tidak bakal memberikan peralatan militer. Itu pernyataan nan besar," Trump dilansir Anadolu, Jumat (15/5).

Pada Jumat (15/5), kedua pemimpin kembali menghadiri upacara penyambutan resmi dan sesi foto persahabatan. Xi kemudian menjamu Trump dalam sesi minum teh bilateral dan makan siang kerja sebelum presiden AS dijadwalkan meninggalkan Beijing.

Kunjungan ini berjalan di tengah bentrok Timur Tengah nan tetap berjalan setelah serangan campuran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. 

Serangan tersebut memicu jawaban dari Teheran terhadap Israel dan sekutu-sekutu Washington di area Teluk, serta menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Meski saat ini gencatan senjata tanpa pemisah waktu tetap diberlakukan, perkembangan diplomasi antara Washington dan Beijing dinilai menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas dunia di tengah ketegangan nan belum sepenuhnya mereda. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia