YouTube Kehilangan Sumber Penghidupannya karena Iklan 5 Detik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

YouTube. FOTO/ DAILY

CUPERT8NO - Mulai 15 Februari, Keputusan 342/2025, nan merinci beberapa ketentuan Undang-Undang Periklanan, termasuk penghapusan masa tunggu ad-hoc untuk iklan gambar tetap nan tidak ditampilkan di letak tetap, mulai berlaku.

Menurut peraturan baru tersebut, platform kudu mengizinkan pengguna untuk menutup iklanvideosetelah 5 detik.

Penyedia dan pemasok konten dilarang memaksa pengguna untuk menonton iklan melampaui waktu nan ditentukan. Hal ini berakibat langsung pada platform video berdurasi panjang seperti YouTube.

Dengan peraturan ini, platform tersebut kehilangan format pemasaran video nan tidak dapat dilewati, nan biasanya berdurasi 15-30 detik dan menghasilkan pendapatan nan sangat besar bagi Google.

"Sumber kehidupan" YouTube
Menurut laporanStatistatahun 2025, Vietnam adalah pasar nan sangat penting, menyumbang 280 juta jam waktu menonton per hari ke YouTube, menempati ranking ke-11 secara global. Menghentikan sepenuhnya bakal menciptakan kekosongan finansial, nan berpotensi menyebabkan pendapatan YouTube menurun pada awalnya.

Iklan nan tidak dapat dilewati mempunyai nilai tertinggi, tetapi merek tetap bersedia bayar lebih untuk memastikan pesan mereka tersampaikan sepenuhnya. Kehilangan format ini bakal berfaedah penurunan signifikan dalam biaya per seribu tayangan (CPM).

YouTube hanya menghasilkan duit jika pengguna menonton dalam waktu nan cukup lama. MenurutAdwave, persentase penonton nan langsung melewati iklan setelah tombol "Lewati" muncul sangat tinggi (sekitar 70-80%). Oleh lantaran itu, ketika pengguna dapat melewati iklan pada detik ke-5, jumlah konten pemasaran YouTube nan dapat disampaikan bakal berkurang secara signifikan.

MenurutTubeFilter,YouTube baru-baru ini meningkatkan penayangan iklan panjang nan tidak dapat dilewati, terutama pada perangkat layar besar. Perubahan ini menuai reaksi keras dari pemirsa, tetapi sebagai imbalannya, perihal ini menyenangkan para pengiklan. Penayangan banyak iklan nan mengganggu juga merupakan langkah platform untuk mendorong pengguna membeli paket berbayar YouTube Premium, nan saat ini harganya mencapai 80.000 VND per bulan di Vietnam.

Robih Abdurrahman, seorang mahir operasi platform digital di Anymind Group, meyakini bahwa izin dari Vietnam bakal berakibat langsung pada pendapatan YouTube.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews