Yusril Akui RI Sulit Lacak 9 WNI Diculik Israel: Tak Ada Diplomatik

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia mengaku mengalami kesulitan untuk melacak keberadaan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) nan diculik oleh tentara Israel (IDF) saat melakukan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Hambatan ini terjadi lantaran Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Sembilan WNI diculik IDF di perairan internasional, saat turut dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyatakan rasa prihatin nan mendalam atas kejadian nan menimpa para WNI, khususnya wartawan nan sedang mengemban misi kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah sangat prihatin dan menyesalkan apa nan dilakukan oleh tentara Israel terhadap Warga Negara Indonesia, khususnya para wartawan nan melintasi perairan internasional untuk melakukan aktivitas kemanusiaan membantu para korban bentrok nan terjadi di Gaza," kata Yusril ditemui di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (19/5).

Yusril mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah tetap kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan para WNI nan ditahan. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus bergerak aktif mengambil langkah-langkah untuk mengupayakan pembebasan mereka.

"Dan sampai hari ini kita ketahui bahwa tetap dalam keadaan susah untuk menghubungi dua [sembilan] orang itu tapi Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan mereka dan membebaskan mereka," ucapnya.

Lebih lanjut, Yusril menegaskan tak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel membikin proses negosiasi secara langsung tidak memungkinkan untuk dilakukan. Situasi inilah nan menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah dalam melakukan penanganan cepat.

"Dan ini tentu tidak mudah lantaran kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel," ujarnya.

Sebagai solusinya, kata Yusril, pemerintah Indonesia bakal memaksimalkan jalur diplomasi internasional. Yusril menyebut pihaknya bakal menggandeng negara ketiga serta badan-badan internasional guna memberikan perlindungan norma dan menyelamatkan para WNI nan diculik Israel tersebut.

"Tapi kita tentu bakal mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya norma melalui negara ketiga dan badan Internasional untuk melindungi penduduk negara kita nan diculik oleh tentara Israel itu," pungkasnya.

Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) nan turut dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina diculik militer Israel (IDF).

Empat dari sembilan orang itu merupakan jurnalis. Dua di antaranya wartawan Republika Bambang Noroyono namalain Abeng dan Thoudy Badai. Kemudian wartawan Tempo Andre Prasetyo Nugroho, dan wartawan lain dari GPCI ialah Rahendro Herubowo.

(frd/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional