Jakarta, CNN Indonesia --
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan kritik nan disampaikan dalam movie dokumenter berjudul 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' tetap wajar.
Yusril tidak menampik jika istilah "Pesta Babi" di titel movie dapat menimbulkan beragam tafsir di tengah masyarakat. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat tidak terpancing lantaran titel movie nan dinilai sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi nan provokatif. Judul movie dokumenter itu sendiri memang kontroversial," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).
"Biarkan saja masyarakat menonton, lampau setelah itu silakan gelar obrolan dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi," imbuhnya.
Menurutnya, pemerintah juga dapat mengambil pelajaran dari kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan nan dianggap mengganggu kelestarian alam, kewenangan ulayat masyarakat Papua dan lingkungan hidup.
"Pemerintah dapat memetik hikmah dari movie itu untuk mengevaluasi kalau-kalau ada langkah di lapangan nan perlu diperbaiki," tuturnya
Terkait kritik tersebut, Yusril menjelaskan jika pembukaan lahan telah dimulai sejak 2022 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berbarengan dengan pemekaran
daerah di Papua.
Proyek itu kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan saat ini sebagai bagian dari proyek ketahanan pangan dan daya nasional.
Ia menegaskan seluruh proyek strategis nasional dibangun berasas kajian nan matang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kendati demikian, pemerintah tetap membuka diri terhadap kritik untuk melakukan pertimbangan penyelenggaraan di lapangan.
"PSN dibangun dengan kajian matang untuk kesejahteraan rakyat, walaupun Pemerintah tidak menutup mata terhadap segala kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya di lapangan," tuturnya.
Di sisi lain, Yusril menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan terhadap tindakan nonton bareng (nobar) movie dokumenter 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'.
Yusril mencontohkan di kampus-kampus lainnya tindakan nobar tetap melangkah tanpa halangan apapun. Oleh karenanya dia menegaskan pembubaran nobar movie itu bukanlah pengarahan dari Pemerintah maupun abdi negara penegak norma secara terpusat.
"Melihat pola demikian, pembubaran nobar movie 'Pesta Babi' bukanlah pengarahan dari Pemerintah ataupun abdi negara penegak norma nan biasanya terpusat," pungkasnya.
(dmi/dmi)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·