ilustrasi(Kemendag)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengomentari harga Minyakita nan mengalami kenaikan. Zulkifli menyebut naiknya nilai Minyakita disebabkan program support pangan nan disalurkan pemerintah kepada 33 juta family penerima faedah (KPM).
“Jadi kemarin ada 33 juta (KPM) menerima support pangan, dikali 2 liter, dikali 2 bulan pakai minyakita. Sehingga di pasar agak berkurang (pasokannya), sehingga nilai menjadi naik,” ucap Zulkilfi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4).
Oleh lantaran itu, Zulkifli mengatakan bahwa dalam pemberian support pangan berikutnya, pemerintah bakal menggunakan merek minyak lain dengan nilai nan sama agar stok Minyakita bisa kembali mengisi pasar-pasar tradisional.
“Dan kelak Bulog jika ada support pangan boleh pakai merek (minyak) apa saja. Kita bakal bicara dengan produsen dengan nilai nan sama. Jadi ada tambahan, sehingga tidak mengganggu Minyakita nan ada di pasar-pasar tradisional,” cetusnya.
Terpisah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) berbareng Satgas Pangan Polri dan Kementerian Pertanian memastikan bakal menindak tegas pelaku upaya nan bermain di kembali anomali nilai tersebut.
Hasil Rapat Koordinasi (Rakor) secara hybrid nan dihadiri seluruh produsen Minyakita dan Satgas Pangan Daerah, Selasa (21/4), mengungkap kebenaran mencolok. Di tengah pasokan crude palm oil (CPO) domestik nan melimpah hingga 5,7 juta ton, nilai Minyakita justru melonjak di kisaran Rp20.000–Rp22.000 per liter di wilayah dengan pengedaran paling lancar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. Kondisi ini dinilai sebagai anomali nan tidak dapat dibenarkan.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menegaskan, tidak ada argumen apa pun termasuk aspek dunia nan membenarkan bagi pelaku upaya untuk meningkatkan nilai di atas (HET) Rp15.700 per liter.
“Produksi cukup, bahan baku aman. Jadi jika nilai naik, itu bukan soal pasokan, tapi soal pengedaran nan tidak dikendalikan. Ini tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya dikutip dari siaran pers nan diterima.
Sarwo secara terbuka memperingatkan produsen agar tidak lagi bersikap pasif dengan langkah menyabut izin pemasok nan memainkan nilai Minyakita.
“Produsen tidak boleh cuci tangan. Ini produk mereka, mereka nan kudu bertanggung jawab penuh sampai ke tangan konsumen. Kalau ada pemasok nan bermain harga, tindak. Cabut. Jangan diberi ruang,” ujarnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·